Bang,
yang insyaalloh jadi Bapak Negaraku. Aku bahagia, ketika melihat kau bisa
tersenyum, bisa tertawa lepas, dan hari-harimu terlihat baik. Aku tidak tahu,
itu yang nyatanya, atau itu hanya fiksi belaka, yang kau tunjukkan pada orang
lain.
Ada
sedikit hal yang ingin aku katakan, aku merasa, kau belum bisa terbuka padaku,
tentang kehidupanmu. Aku tahu, saat ini
aku belum punya hak sepenuhnya atas kehidupanmu. Tapi, setidaknya, kalau
kau juga ada apa-apa, bicaralah. Aku tahu, kau tak bisa bercerita panjang lebar
sepertiku, tapi, seperti kamu yang ingin tau kenapa alasanku setiap kali aku
menangis atau terlihat tidak baik, aku juga sama, aku mau mengetahui apa yang
kamu rasakan, ketika dengan kesendiriannya kamu, berkutat dengan handphone,
walau kau selalu bilang, ‘tidak ada apa-apa’
Tetap
saja, aku merasa tak enak. Terkadang rasa egoisku muncul lagi, seperti
sekarang, hatiku sedang tak karuan, entah apa yang harus aku tulis, dan inilah
hasilnya, dengan segala yang aku rasakan aku menarik kesimpulan.
No comments:
Post a Comment