Keraguan
Ada beberapa hal yang harus ku sampaikan. Aku merasa tak percaya diri, ketika ada orang lain yang lebih mengetahui tentang hidupmu, dia lebih akrab denganmu, bahkan itu terjadi di depan mataku. Saat itu, kalaupun harus jujur, ingin rasanya aku menghentikan semua itu, namun apalah daya, hanya bisa menjadi penikmat dan penyimak. Kelihatannya, ada orang yang lebih menginginkan sosokmu. Ada orang yang ingin mencoba dekat denganmu. Entahlah...
Dan itu terus terjadi
sampai saat ini. Tiap kali aku berada didekatnya, ketika sosokmu hadir,
sepertinya dia selalu mencuri-curi perhatian untuk memperhatikanmu. Aku takut,
diapun memiliki rasa yang sama padamu sepertiku. Mungkin aku hanya berlebihan.
Tapi, sempat aku
rasakan perubahan darimu, kau menjadi dingin padaku. Tak ada candaan seperti
biasanya, aku tak tau apa alasannya, yang jelas semua itu membuatku sedikit
mundur, takut kecewa. Atau mungkin sudah kecewa. Apalagi, melihatmu yang masih
bisa bercanda dengan yang lain. Saat itu, aku merasa tak percaya diri untuk
menjadi sosok wanita dihidupmu. Karena mungkin ada yang lebih baikkan? Tapi aku
berusaha menepis semua rasa kecewa itu, toh aku bukan siapa-siapa.
Jujur, kemarin-kemarin
aku sempat kehilangan kepercayaan lagi. Hatiku bimbang menentukan pilihannya
sendiri, apakah ia akan tetap maju, atau mundur saja. Rasanya ingin mundur
saja, karena aku terlalu takut untuk memulai lagi. Pendirian yang selama ini ku
bangun ternyata telah runtuh olehmu. Selamat, karena kamu berhasil.
Boleh aku berpesan,
tetap jaga aku juga kepercayaanku. Jangan berhenti doakan aku selalu untuk bisa
amenjadi wanitamu. Ingatlah, mungkin bukan hanya kau saja yang sedang mendoakanku. Dan
akupun akan berbuat hal yang sama. Karena mungkin bukan hanya aku yang
menginginkan sosokmu untuk hadir dihidupku.
No comments:
Post a Comment